komunikasi interpersonal

Komunikasi Interpersonal

Johnh A. Cagle

Komunikasi Interpersonal

      Komunikasi interpersonal melibatkan hubungan antara satu orang dengan satu orang yang lain, biasanya pada pertemuan empat mata yang bersifat pribadi. Maksud dari melibatkan antara satu orang dengan orang yang lain adalah dilakukannya lebih dari satu orang dalam melakukan hubungan. Cotohnya, saat ada seorang mahasiswa yang sedang melakukan bimbingan skripsi dengan dosen pembimbingnya, saat melakukan bimbingan mahasiswa ini harus bertatap muka dengan dosen pembimbing agar dapat mengetahui seberapa jauh tentang skripsi yang dikerjakan.

      Komunikasi interpersonal adalah jalan dimana hubungan antar personal diciptakan, dipertahankan dan diubah. Maksud dari jalan hubungan antar personal diciptakan adalah terjadinya suatu hubungan yang diciptakan oleh dua orang atau lebih yang melakukan komunikasi, entah itu secara langsung atau tidak. Biasanya penciptaan hubungan ini terjadi saat pertemuan pertama dua orang atau lebih. Misalnya, antara mahasiswa baru yang masuk pada awal kuliah, disitu akan tercipta suatu komunikasi dimana dosen memperkenalkan diri dan mengabsen mahasiswa satu per satu, dan terkadang dosen menanyakan asal dari mahasiswa tersebut dengan maksud untuk mengenal mahasiswanya lebih jauh. Kemudian setelah tercipta suatu hubungan, maka akan timbul rasa untuk mempertahankannya. Contohnya hubungan antar mahasiswa dengan dosen, dimana untuk mempermudah komunikasi saat pertemuan pertama kuliah dosen memperkenalkan diri dan memberikan nomer hp, dimana maksud dosen itu agar lebih mendekatkan hubungan dengan mahasiswa. Pemberian nomer hp ini menurut kami merupakan upaya untuk mempertahankan hubungan antar dosen dengan mahasiswa. Dalam sebuah hubungan yang telah tercipta dan dipertahankan, di fase berikutnya sebuah hubungan dengan sendirinya akan diubah. Maksud dari diubah disini adalah terjadinya perubahan dalam suatu hubungan yang dilakukan oleh personal-personal. Misalkan perubahan terjadi di antara mahasiswa baru, pada awalnya mereka belum saling mengenal. Dalam satu kelas, mereka saling berkenalan dan lama kelamaan terjadi perubahan dari individu menjadi kelompok. Dari teman menjadi sahabat, bahkan ada yang mengalami cinta lokasi.

 

 

Rosensfield, Hayes, dan Frentz  (1976):

Hubungan : Menjabarkan Karakteristik Utama

  • Formalitas

Jumlah jarak antar personal menunjukan jenis hubungan, apakah itu formal atau intim. Maksud dari jarak ini adalah sejauh mana kedekatan dalam hubungan itu terjadi. Dari yang hanya sebatas adanya komunikasi hingga yang lebih intim. Apabila jumlah pertemuan atau tatap muka yang terjadi hanya sebatas untuk formalitas biasanya karena ada sesuatu yang mewajibkan terjadinya pertemuan itu, seperti keharusan mahasiswa aktif untuk masuk kuliah. Tatap muka yang terjadi antara dosen dengan mahasiswa itu hanya sebatas formalitas saja. Namun berbeda apabila intensitas dari pertemuan lebih dari adanya suatu kewajiban yang mengaharuskannya. Seperti dari pertemuan formal yang terjadi pada mahasiswa, lama-kelaman menimbulkan hubungan yang lebih intim. Dari teman menjadi sahabat yang kemana-mana selalu bersama, mengerjakan tugas bersama, saling curhat dan lain-lain.

 

  • Aksesibilitas

Keterbukaan, keinginan untuk saling bertukar informas (pengungkapan diri). Keterbukaan disini adalah dimana beberapa orang yang saling komunikasi mulai terbuka atas diri masing-masing. Seperti yang terjadi saat terjadi perkenalan antara satu orang dengan orang yang lain, dimana mereka saling menyebut nama masing-masing dan akhirnya mereka bisa saling kenal dan lebih mudah dalam menjalin sebuah hubungan / berkomunikasi.

 

  • Timbal-balik

Tingkah laku- tingkah laku tertentu diterima dalam sebuah hubungan sementara tingkah laku yang lain dilarang; setiap orang memiliki pengaharapan yang harus dipenuhi.

 

  • Komitmen

Tingkat kedekatan seseorang sebagai satu bagian dari sebuah hubungan; pergantian relasi. Menurut kami maksud dari komitmen disini adalah suatu kedekatan yang terjalin dalam suatu hubungan menimbulkan rasa yang lebih di masing-masing individu, seperti menjaga rahasia sahabat tanpa diminta untuk merahasiakannya.

 

  • Spontanitas 

Kebebasan atau ketidakbebasan untuk melakukan perilaku spontan, kebebasan mengharapkan sesuatu dari orang lain.

 

 

Oleh:

Sekti Sejati                  

Pupun Parhanatul Maryam

Rifki Wahyu Izzati

Astri Agustiana

Asriati Dwi Nur S.

Sri Handayani              

Isni Nurjanah               Gambar

Posted on November 13, 2012, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: